Sampang, Petajatim.Com _ Demi menyukseskan penilaian program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk tingkat provinsi yang digelar Dinas Kesehatan.

Koramil 0828/03 Omben bersama Puskesmas Jrangoan dibantu   masyarakat melaksanakan kegiatan karya bhakti bersih-bersih lingkungan di Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang yang di mulai pada hari Kami sampai hari sabtu (27/01/2018) pagi.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang Puthut Budi Santosodan Asisten I Nurul Hadi bertindak mewakili Bupati Sampang Fadhilah Budiono yang berhalangan hadir.

Selain itu juga terlihat beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)serta Ketuadan pengurus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).

Danramil 0828/03 Omben Kapten (Inf) Abdurrahman mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan rutinitas yang dilakukan 1 bulan sekali dalam lintas sektoral tersebut untuk memberikan arahan serta motivasi kepada masyarakat agar selalu menjaga hidup bersih dan sehat dalam rangka persiapan lomba Kampung PHBS tingkat Provinsi.

“Tujuan Kami mengadakan kegiatan Karya Bhakti yang rutin dilakukan 1 bulan sekali dalam lintas sektoral tersebut adalah membantu memberi arahan serta motivasi kepada masyarakat Desa Napo Laok untuk hidup bersih dan sehat dalam rangka persiapan lomba Kampung PHBS tingkat Provinsi,” ungkap Abdurrahman, Sabtu (27/01/2018)

Ia Menambahkan, dalam melaksanakan Karya Bhakti berupa bersih-bersih di Desa Napo Laok demi menyukseskan program PHBS dan juga agar terciptanya hidup sehatserta memupuk kebersamaan TNI dengan masyarakat desa setempat,

Keterlibatan TNI Koramil 0828/03 Omben tersebut disambut baik oleh seluruh masyarakat.Pasalnya, masyarakat desa setempat sebelumnya selalu hidup kurang bersih.

“Masyarakat desa dulu hidupnya kurang bersih seperti halnya jarang mandi serta buang kotoran (tinja) sembarangan. Namun, sekarang dengan adanya program PHBS tersebut banyak perubahan yang signifikan seperti halnya banyaknya warga yang lebih rutin mandinya dan menggunakan jamban ketika membuang air besar.

Sementara ini di Desa Napo Laok sudah masuk kategori 3 besar dalam program PHBS tingkat provinsi, Nantinya kampung ini akan dilombakan dengan Kelurahan/Desa lain dari Kabupaten Malang dan Kediri,” tandasnya.
(Aj)