TOBA – KALBAR, Petajatim.id. Pembagian hasil petani plasma  PT. Surya Agro Palm diduga tidak transparan dan tidak memenuhi standar yang valid serta tidak konsisten. Oleh karena itu, petani plasma tetap menolak tawaran Rp. 250.000.000 yang akan di berikan kepada petani sebagai saldo plasma bulan Januari sampai September 2017 (9 bulan berjalan).

Hal itu dikatakan Ketua Koperasi Produsen pelunjung Jaya PT. SAP di Teraju Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau Kalbar, Yayan Susanto beberapa waktu lalu.

Menurut Yayan,  dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan kebun plasma, baik perawatan, pemupukan, panen, penjualan buah, serta menentukan biaya umum, seharusnya PT. SAP wajib melibatkan pengurus koperasi/petani serta melakukan perhitungan bersama dan menyampaikan laporan tertulis dengan standar yang berlaku secara transparan dan terbuka setiap bulannya.

Selain itu,  terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada biaya umum antara bulan Maret, Desember Tahun 2016.

“ Jika dibandingkan biaya umum bulan Januari sampai September Tahun 2017,  maka perhitungan kami tetap pada perhitungan yaitu petani plasma seharus mendapat saldo Rp. 1.365.391.045,00,” kata Yayan.

Terkait dengan persoalan tersebut, Yayan menilai bahwa perusahaan tidak profesional dan tidak ada keterbukaan dalam mengelola kebun plasma. Pihaknya juga tidak percaya lagi pada managemen PT. SAP untuk mengelola kebun plasma.

Oleh karena itu mulai tanggal 20 Januari 2018 kebun petani plasma seluruhnya akan kami kelola sendiri mulai dari perawatan, pemupukan, pengangkutan,  panen dan penjualan buah.

“ Perusahaan tidak kami perkenankan lagi untuk melakukan aktifitas apapun mengenai pengelolaan kebun plasma. Pada tanggal 20 Januari 2018, sebelum melaksanakan kegiatan pengelolaan kebun plasma, kami akan melakukan prosesi upacara adat diareal kebun plasma,” ungkapnya.

Petani plasma juga sudah menyampaikan mengenai kekurangan luas lahan plasma kepada PT. SAP. Petani plasma memohon kepada pihak perusahaan untuk melakukan penambahan luas lahan plasma 6,62 hektar. Menentukan peta lahan plasma sesuai penambahan luasnya. Melakukan pembayaran atas kekuarangan perhitungan plasma pada Bulan Maret sampai Desember 2016 sebesar Rp. 3.695.912 dengan melakukan perhitungan plasma berdasarkan luas lahan plasma 370,12 hektar.

Yayan juga mengharapkan PT. SAP untuk menyelesaikan lahan yang masih bermasalah dengan masyarakat yang ada di areal plasma dan perusahaan wajib mengganti lahan plasma yang masih bermasalah dengan lahan inti.

 

(Sartiman Biro Kalbar)