ft. Jurnal Mojo

 

MOJOKERTO, Kematian Wakil Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jombang, Muhammad Syafii Has (58) yang tewas di kebun tebu di  Jalan Raya Mirip, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, yang diduga usai berkencan dengan waria, masih menyisakan sejumlah pertanyaan dari berbagai kalangan.

Namun dari pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui Syafii meninggal usai melakukan hubungan  dengan seorang waria berinisial V.

Menurut pengakuan V, dirinya baru mengenal korban, dan belum dibayar sebelum akhirnya korban meninggal dunia.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan, dari keterangan istri korban, Syafii diketahui tidak memiliki kelainan seksual dan normal normal saja. Namun, dari keterangan saksi dan bukti yang ada, korban meninggal setelah berhubungan dengan waria.

Dikatakan Kapolresta, saksi V mengaku telah berkencan dengan korban sebelum meninggal pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 23.00 WIB di lokasi tempat waria biasa mangkal.

“ V mengaku baru pertama kali bertemu dan melayani korban untuk berhubungan intim. Setelah proses negosiasi, korban lantas diajak V ke lahan tebu untuk berhubungan intim dengan saling oral seks. Namun sesaat setelah mencapai klimaks, tanpa sebab dan akibat, korban tiba-tiba tersungkur ke tanah dengan kondisi kejang-kejang,” kata Kapolresta, Senin (19/03).

Melihat hal tersebut V ketakutan, dan berlari meninggalkan korban sendirian, padahal V mengaku belum dibayar oleh korban sesuai kesepakatan. Dalam keadaan panik, V lantas mengadu kepada temannya sesama waria yang berada tak jauh dari lokasi, yaitu A dan S. Ketiganya lantas menyempatkan untuk mendatangi korban dan melihat kondisinya.

“ Berdasarkan visum dan otopsi luar tim dokter forensik Polda Jatim, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Soal temuan darah yang keluar dari telinga, itu karena pecahnya pembuluh darah setelah korban menghembuskan nafas terakhir,” ungkapnya.

Dari keterangan tersebut, kesimpulan sementara korban meninggal diduga karena serangan jantung. Hal itu diperkuat dengan keterangan keluarga korban, bahwa Syafii memiliki riwayat penyakit jantung dan saat ini masih dalam pengobatan rumah sakit. Ada bukti catatan medis jika korban pernah dirawat di rumah sakit selama dua minggu akibat penyakit jantung.

Ditambahkan Kapolresta, tidak tertutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan jika memang ditemukan bukti baru. Untuk memastikan penyebab asli kematiannya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan organ dalam atau otopsi dalam tim dokter sebagai bukti pelengkap dari fakta dan keterangan yang sudah terkumpul.

“ Saksi juga masih kita amankan sampai nanti keluar kesimpulannya,” pungkasnya.

( Sam/Jok )