Ribuan umat Islam demo tuntut Sukmawati segera ditahan terkait kasus penodaan agama ( ft. Republika )

 

JAKARTA, Demo menuntut Sukmawati yang dinilai telah menistakan agama Islam, terjadi di sejumlah daerah. Tuntutannya, agar polisi segera memproses hukum Sukmawati atas dugaan penistaan agama melalui puisi ‘Ibu Indonesia’.

Selain di Jakarta, demo juga terjadi di Tegal, Semarang dan Solo.

Demo di Jakarta, dihadiri tokoh-tokoh Perhimpunan Alumni 212 seperti Eggi Sudjana, Slamet Maarif, Asma Dewi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Kepada wartawan, Slamet Maarif mengatakan, bahwa Polri akan menindak lanjuti laporan umat Islam, terkait penodaan agama yang telah dilakukan putri Proklamator Bung Karno tersebut.

“ Bareskrim akan segera memproses ini. Kasubdit II Dirtipidum Bareskrim Polri, Kombes Joko Purwanto, berjanji akan menyampaikan pada atasannya untuk segera memproses ini. Kita kasih batas waktu tidak lama,” kata Slamet, usai pertemuan dengan Bareskrim Polri, Jumat (07/04/18).

Dikatakan Slamet, PA 212 tetap memaafkan Sukmawati, namun proses hukum tetap harus berlanjut, karena melalui puisi ‘Ibu Indonesia’ telah menistakan agama Islam, dan telah menodai kehidupan beragama.

“ Perlu kami catat, kalau di dalam ada Sukmawati, kami delegasi akan langsung keluar dari ruangan. Sesama muslim kami memaafkan, tetapi kalau menghina agama, biar hukum yang menjawab. Tidak ada kata lain wajib hukum, penjarakan,” kata Slamet.

Terkait laporan tersebut, Bareskrim Polri meminta PA 212 bersabar, dan kasus dugaan penodaan agama akan ditindak lanjuti sesuai mekanisme dan hukum yang berlaku.

( Rochman, Biro DKI )