PETAJATIM.ID, Pertumbuhan pers yang sangat pesat akhir-akhir ini, merupakan fenomena yang harus disikapi dengan perspektif yang lebih luas. Pers memiliki peran penting dalam pilar demokrasi, sekaligus mengawal suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Meski demikian, pers harus menjunjung tinggi etika dalam jurnalistik.

Mantan Ketua Dewan Pers, Prof. Bagir Manan mengemukakan hal itu, di sela-sela rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional di Padang, Sumatera Barat, Rabu, 7 Februari 2018.

“ Pers harus menjunjung tinggi etika. Dia harus mengedepankan kepentingan publik. Misalnya, pada Pilkada serentak 2018, kepentingan publiklah yang dilindungi,” kata Bagir Manan.

Dikatakannya pula, bila sudah melanggar etika,  artinya sudah melakukan pengkhianatan terhadap pers itu sendiri. Selain itu, pakar hukum tata negara ini juga mengingatkan, agar pers nasional berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan turut mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“ Menurut saya, itu mission pers sesungguhnya,” ujarnya.

Ditambahkan Bagir, merebaknya fenomena hoax di Indonesia, menjadi sebuah catatan tersendiri, dan hal itu disebabkan karena pengaruh kejiwaan atau psikologi seseorang.

Ke depan, pinta Bagir, pers nasional harus berada di garda depan, dalam mengawal perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Harus pula jujur, jernih, sehingga melahirkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas.

( Joko )