JAKARTA, Petajatim.id. Guna meredam panasnya isu-isu politik yang berpotensi memicu kegaduhan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menurunkan tim Satuan Tugas Nusantara, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

“ Kami tahu, bahwa bulan Januari ini, ibarat mobil sudah di-stater. Partai-partai menstarter mobil untuk memanaskan mesin. Sebentar lagi mesin partai akan berjalan, bergerak semua. Nah, jangan sampai over, jangan sampai kepanasan. Maka itu perlu ada pendinginan-pendinginan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Jumat, 20/1/2018, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Dikatakan Setyo, ada 171 daerah yang akan menggelar Pilkada. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya untuk mendinginkan tensi politik, agar situasi tetap kondusif, aman dan sejuk.

Beberapa daerah yang berpotensi naik suhu politiknya, menurut Setyo ada di Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dalam kerjanya nanti, ungkap Setyo, Polri akan bekerjasama dengan KPU, Bawaslu, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dengan tugas pokok mencegah gangguan keamanan di era Pilkada.

Namun, Setyo tidak memerinci bagaimana mekanisme terkait tugas Satgas Nusantara dalam meredam isu-isu politik.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika meresmikan Gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya mengatakan, Satgas Nusantara tersebut nantinya akan ditempatkan di gedung kosong yang ada di Polda Metro Jaya.

Gedung kosong yang dimaksud Tito, adalah gedung lama Polda Metro Jaya, yang mana penghuninya dipindahkan ke gedung Promoter.

Nantinya, gedung tersebut akan difungsikan sebagai tempat pemantauan dan dan pusat monitoring.

“ Untuk gedung Polda yang lama, saya sudah perintahkan Pak Idham untuk dikosongkan karena akan diisi dengan monitoring center. Rencananya akan ditempati beberapa Satgas, diantaranya Satgas Nusantara yang kami bentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu yang berkaitan dengan masalah Pilkada,” terang Tito.

( Sam/Jgd/Jok )