Sampang, Petajatim.id. Kontes ‘sapi sonok’ atau lomba kecantikan sapi betina se-Madura digelar  dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sampang  Ke-394, di laksanakan di Depan Pendopo Kabupaten sampang , Jawa Timur, Sabtu 18/11/2017.

Kontes kecantikan sapi sonok ini, sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya di Sampang

Kegiatan kontes sapi sono ini di lepas langsung oleh Bupati Sampang H.Fadilah Budiono serta di hadiri oleh Muspida beserta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Fadillah mengatakan, selain karena untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sampang Ke-394, juga karena dalam kontes sapi sonok tidak ada unsur kekerasan sebagaimana dalam pelaksanaan lomba karapan sapi.

” Kontes sapi sonok tersebut diikuti sekitar 22 pasangan sapi se-Madura, dan diharapkan sekaligus menjadi daya tarik Sampang untuk mengundang wisatawan” kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Sampang,  Drs.H Waluyo

Berbeda dengan karapan sapi yang dinilai kecepatan larinya mencapai garis finis, dalam kontes sapi sonok yang dinilai adalah kecantikan sapi, dan kekompakan langkah kaki menuju garis finis.

Sapi yang dilombakan dalam karapan sapi merupakan sapi jantan, sedangkan dalam kontes sapi sonok adalah sapi betina. Sapi-sapi ini juga dihias dan dirawat khusus oleh pemiliknya, sehingga nampak sangat bersih dan bulu sapi terlihat licin.

Sapi sonok belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat, sehingga piala yang diberikan kepada peserta hanya piala lokal, sedangkan karapan sapi, merupakan Piala Bergilir Presiden

Menurut camat Pengarengan Yanto, salah seorang pemilik sapi sonok, harga sapi sonok jauh lebih mahal dari sapi biasanya, bahkan hampir setara dengan sapi karapan.

Yanto, merupakan salah seorang penggemar sapi sonok di Sampang. Dalam berbagai kontes kecantikan sapi yang digelar di Sampang  ini, yanto tidak pernah absen untuk mengikutinya.

( Aji/red)