Petajatim.id. Hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara kembali memanas, menyusul tindakan Korea Utara  melakukan uji coba nuklir. Dampak dari ketegangan tersebut, berimbas kemana-mana. Trump, mengancam negara manapun yang melakukan hubungan perdagangan dengan Korea Utara, akan terkena sangsi embargo.

Ancaman Trump tersebut, diungkapkannya lewat akun twitter pribadinya.

“Amerika Serikat, tengah mempertimbangkan, selain pilihan lain, menghentikan semua perdagangan dengan negara manapun yang melakukan kerjasama bisnis dengan Korea Utara,” demikian cuitan Trump dalam akun twitter miliknya.

Negara yang bakal terkena dampak dari ancaman penguasa Amerika Serikat tersebut, adalah China, karena merupakan sekutu utama Korea Utara.

Masih dalam cuitannya, Trump mengatakan bahwa dirinya akan melakukan pertemuan penting dengan jajaran penasehat militer, terkait langkah yang akan ditempuh, sebagai tindak lanjut dari uji coba nuklir Korea Utara tersebut.

Korea Utara pada Minggu, 3/9/2017, sukses menggelar uji coba nuklir terbarunya, dan mengklaim bahwa bom hidrogen tersebut bisa menjadi hulu ledak yang dimaksukkan dalam rudal balistik antar benua (ICBM) miliknya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pernah sesumbar, bahwa rudal antar benua miliknya, bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat. Hal ini yang menjadi puncak kemarahan Donald Trump.

Meski China sendiri, mengecam uji coba nuklir Korea Utara, namun Kim Jong Un, tak bergeming dengan kecaman tersebut, mengingat China adalah sekutu utamanya.

Uji coba nuklir Korea Utara tersebut, menuai  reaksi keras dan kecaman berbagai negara  seperti  Korea Selatan, Jepang, Rusia dan Perancis.

Bahkan, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu, 3/9/2017, menyerukan kepada dunia, untuk menjatuhkan hukuman paling keras kepada Korea Utara.

Lagi-lagi Korea Utara menunjukkan kesombongannya, tak bergeming sedikitpun terhadap segala bentuk kecaman maupun ancaman dunia, yang akan mengisolasi Korea Utara secara keseluruhan.

( Joko )