BANTEN, Petajatim.id. Nusantara, negeri berjuta pesona. Keanekaragaman budaya, pesona alam, juga kekayaan kulinernya, menunjukkan betapa negeri yang gemah ripah loh jinawi, menjadi bukti, betapa kaya khasanah budaya kita, yang tak pernah lekang dari masa ke masa.

Kuliner salah satunya. Di setiap daerah, di nusantara ini, memiliki kekayaan kuliner dengan berbagai variasi maupun cita rasa. Dan masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri.

Di Serang, Banten misalnya, ada kuliner unik sate. Tidak seperti kebanyakan sate pada umumnya, sate yang menjadi ciri khas Serang, adalah sate bandeng. Sate bandeng khas kota Serang, sangat dinikmati masyarakat, atau wisatawan dari luar kota Serang.

Memasuki kota Serang, kita akan mudah mendapati penjual sate bandeng. Dengan harga yang relatif terjangkau,sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per ekor ( tergantung jenisnya ), kita bisa menikmati sate nan gurih, dengan paduan bumbu rempah khas Serang.

Konon, sate bandeng ini mulai ada sejak masa Kerajaan Banten Girang. Pada awalnya, hanya kerabat kerajaan saja yang bisa menikmati makanan yang tergolong mewah kala itu. Namun seiring perkembangannya, masyarakat sudah bisa membuatnya sendiri dengan berbagai inovasi bumbu dan rasa. Dan sekarang, sate bandeng telah menjadi ikon kota Serang.

Dalam proses pembuatannya, bandeng terlebih dahulu dibersihkan, dihilangkan duri maupun sisiknya. Setelah itu, ikan bandeng dipukul pukul hingga dagingnya hancur dan terpisah dari kulit. Proses selanjutnya adalah mencabut tulang dari bagian bawah kepala. Hal tersebut dilakukan untuk membuang duri-duri halus yang ada dalam ikan.

Setelah proses pembersihan selesai, daging bandeng  kemudian dicampur dengan santan dan bumbu rempah, lalu  dimasukan kembali ke dalam ikan. Kulit ikan bandeng yang keras membuat ikan terlihat seperti utuh kembali, setelah itu proses berikutnya bandeng dibakar.

Di pusat oleh-oleh kawasan Kota Serang banyak yang menjual sate bandeng, dan bisa dibawa pulang. Sate bandeng Serang ini tanpa bahan pengawet dan  bisa tahan hingga  tiga hari.

Anda penasaran ingin mencoba gurihnya sate bandeng khas Serang ? Pecinta kuliner sejati, pasti memburunya.

( De Rizki – Jakarta )