SUMENEP, Sidang pertama gugatan praperadilan yang diajukan oleh tim Kuasa Hukum Romli yakni, Syafrawi, SH dan Syaiful Bahri, SH advokat dari  LBH Bhakti Keadilan melawan termohon Kapolres Sumenep Cq.  Kapolsek  Prenduan, digelar  Jum’at (23 Maret 2018), namun sayangnya pihak dari Polres Sumenep belum bisa hadir memenuhi panggilan sidang yang telah diagendakan oleh Pengadilan Negeri Sumenep

Dalam sidang gugatan praperadilan tersebut, dipimpin hakim tunggal Arie Andhika Adi Kresna, SH. MH,  yang ditunjuk dan dipercaya memeriksa dan mengadili perkara ini,  dalam sidang menyampaikan surat dari pihak Termohon kepada Pemohon  dimana surat tersebut dibacakan oleh Syaiful Bahri,  SH, selaku tim kuasa Hukun Romli.

Syaiful bahri menjelaskan kepada media ini bahwa dengan adanya Surat dari Termohon yang berhalangan hadir maka hakim tunggal  Arie Andhika Adi Kresna, SH. MH  menunda sidang,  pada tanggal 2 April 2018, dan akan memanggil lagi dari Pihak Termohon.

Akan tetapi jika dipanggil 3 (tiga) kali pihak Termohon tidak bisa hadir maka sidang akan dilanjut ke pemeriksaan pokok perkara.

Tim kuasa hukum juga menyampaikan bahwa kliennya tidak mencuri sepeda motor, melainkan Romli hanya dimintai bantuan oleh Kepala Desa Pragaan, Daya Imrah untuk melakukan pencarian barang yang hilang milik warganya, karena ciri-ciri pelaku telah dikenali oleh pemilik sepeda motor.

Menurut keterangan pihak  keluarga Romli yang ikut ikut hadir dalam sidang tersebut,  pelaku berinisial EL awalnya terkesan diabaikan, namun benar atau tidak EL sudah ditangkap.

” Sidang ditunda karena Pihak Pemohon berhalangan hadir,  ada surat pemberitahuan yang di sampaikan pada Pengadilan Negeri cq Hakim pemeriksa perkara. “Kami tetap menghargai Pihak Termohon karena tidak mungkin pihak Termohon sengaja untuk tidak hadir,  buktinya pihak Termohon, telah berkirim surat,”  ucap Syaiful Bahri,  SH kepada media ini usai sidang.

Ditanya kemungkinan menang atau kalah Ipung sapaan Syaiful Bahri,  SH,  menegaskan dalam sidang perkara ini,  bukanlah mencari siapa yang kalah ataupun siapa yang menang, namun tujuannya adalah mencari kebenaran,”

“ Kita  lihat saja nanti di akhir sidang agenda putusan,” tuturnya.

( mrw/tim )