Sampang, Petajatim.id. Rasa simpati dan duka mendalam atas meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, warga kampung Pliyang Desa Tanggumong, Sampang, Madura Jawa Timur terus berdatangan.

Selain datang dari Pengurus PGRI Kabupaten Sampang dan para guru, rasa simpati juga datang dari salah satu ormas keagamaan di Sampang.

Pengurus PGRI Kabupaten Sampang bersama sejumlah guru sempat mendatangi Mapolsek Torjun untuk meminta keadilan serta meminta supaya siswa yang menyebabkan Guru GTT SMAN I Torjun Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia itu ditangkap dan di proses secara hukum Kamis malam 1/1.

Tidak hanya itu, Pengurus PGRI Kabupaten Sampang mengeluarkan himbauan untuk menggunakan baju batik dan pita hitam pertanda berduka cita selama dua hari serta menggelar acara seribu lilin di area Monumen Trunojoyo Sampang, Jumat malam 2/1.

Sedangkan salah satu oganisasi masyarakat dan keagamaan mengeluarkan himbauan  kepada segenap pengurus serta masyarakat agar melakukan sholat ghaib usai melaksanakan sholat jumat.

Sementara itu MH siswa terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia telah diamankan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini ada di Satreskrim Polres Sampang,” ujar Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto, Jumat 2/1.

(Aj)