SURABAYA, Petajatim.id. Kinerja perekonomian Provinsi Jawa Timur pada triwulan III tahun 2017 mengalami peningkatan hingga 5,21 persen, dan didukung 6,8 pelaku usaha UMKM. Kondisi ini menjadikan Jawa Timur memiliki struktur ekonomi yang kuat dan tangguh.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, H. Akhmad Sukardi, saat membuka rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Surabaya, Kamis, 14/12/2017.

Dikatakannya, bahwa keberhasilan pertumbuhan tersebut disokong oleh kontribusi UMKM 54,98 persen dari total PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 1.497 triliun. Sedangkan inflasi di Jawa Timur, sampai dengan Nopember 2017, sebesar 3,31 persen.

Sementara, dari sisi kontribusi produksi, sampai dengan triwulan III 2017, kontribusi PDRB terbesar, disokong dari sektor usaha industri pengolahan  persen, perdagangan besar, eceran, pertanian, kehutanan dan perikanan.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi dengan kontribusi 59,34 persen. Dari sisi ini masih terlihat adanya daya beli masyarakat, meski mengalami penurunan khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Untuk komponen ekspor, Sekda menjelaskan, untuk ekspor barang dan jasa, memberikan kontribusi berturut turut sebesar 15,35 persen, dan 16,56 persen, serta terhadap pembentukan PDRB Jawa Timur secara keseluruhan.

( Rus/Jok )