ft. Jal JNR (Diskominfo Jatim)

 

SURABAYA,  Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menargetkan surplus beras untuk tahun 2018 ini hingga 5.163.738 ton, mengingat Jatim merupakan penyangga pangan nasional, khususnya beras.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo mengemukakan hal itu di Surabaya, Selasa (06/03/2018).

Dikatakan Hadi, luas tanaman padi pada musim tanam tahun 2018 mencapai 2.346.967 hektar, sementara luas panen mencapai 2.256.728 hektar. Dari luas panen itu, total produksi padi yang dihasilkan mencapai 13.431.776 ton gabah kering giling, atau setara dengan 8.730.654 ton beras.

“ Karena konsumsi masyarakat Jatim perbulan hanya  297.243 ton beras, maka setahunnya dibutuhkan 3.566.916 ton beras. Kami optimistis surplus beras bisa mencapai 5.163.738 ton,” ungkapnya.

Hingga periode 27 Februari 2018, kata Hadi, luas tanam yang sudah terealisasi 1.146.098 hektar atau 88,7 %. Jika dibandingkan pada musim tanam 2016/2017, pada periode yang sama realisasi tanamnya mencapai 1.291.539 hektar. Sehingga saat ini, luas areal tanam berkurang 145.441 hektar.

Berkurangnya luas areal tanam pada periode tersebut menurut Hadi, karena jumlah curah hujan yang turun pada awal musim tanam periode Oktober sampai dengan Desember 2017 mencapai 618 MM atau berkurang 17,4 %.

Pada periode tersebut, jumlah hari hujan juga hanya 33 hari atau berkurang 16,2 % dibanding periode tahun 2016. Hal ini berakibat pada mundurnya puncak tanam di lapangan oleh petani hingga dua bulan.

“ Meski demikian kami tetap yakin target tanam tahun ini bisa kita penuhi dengan harapan intensitas hujan yang turun relatif normal,” jelasnya.

( Sam/Jok )