Ilustrasi monitor

SURABAYA, PETAJATIM.ID, Untuk menangkal munculnya isu SARA dalam Pilgub Jawa Timur, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur menyusun beberapa skema pengawasan.

Kepala Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jatim Aang Kunaifi mengatakan, bahwa lembaganya telah menyusun beberapa skema pengawasan dalam Pilgun Jatim mendatang, utamanya terkait isu SARA.

Aang mengungkapkan hal itu pada diskusi bertajuk “ Media Sebagai Garda Kampanye Pilgub Jatim 2018 “ di Surabaya, Senin 26 Februari 2018, yang diprakarsai KPU Jatim, Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) dan Universitas Airlangga

ilustrasi sinar harapan.co.id

Dalam kesempatan itu pula Aang membeberkan bahwa skema pengawasan bulan Ramadhan,  telah disusun sedemikian rupa, mengingat Jawa Timur sebagai Provinsi yang mayoritas penduduknya beragama muslim. Nah, pada bulan Ramadhan, sangat rawan pelanggaran kampanye yang dibalut isu agama.

“ Seperti misalnya untuk sumbangan ke masjid atau panti asuhan, kami akan memonitor agar sumbangan yang diberikan benar-benar atas nama pribadi dan tidak menitipkan pesan-pesan politik.  Ketika pemberian sumbangan pun akan dipastikan  bahwa simbol partai politik atau bahan kampanye dari pasangan calon tidak terdapat di sana,” kata Aang.

Selain pemberian sumbangan, kata Aang, pemberian perlengkapan salat kepada masyarakat dalam kurun waktu tersebut juga tidak dibenarkan.

“ Kami akan pastikan perlengkapan salat yang diberikan tidak ada pesan kampanye maupun simbol parpol ataupun paslon,” tegasnya.

Pada kesempatan itu pula, Aang mengajak segenap elemen masyarakat turut terlibat dalam pengawasan partisipatif bersama Bawaslu.

( Sam/Jok )