SAMPANG, PETAJATIM.ID,  Ribuan guru sekolah negeri maupun swasta dan aktivis dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan se Madura menggelar aksi demo, menuntut aparat hukum bertindak tegas terhadap murid yang melakukan penganiayaan yang menyebabkan Achmad Budi Cahyanto meninggal.

Masa yang tergabung dalam “Duka Budi Duka Guru Kita” mendatangi Mapolres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Kamis, 8 Februari 2018.

Dengan pengawalan Kasat Intel Polres Sampang AKP H.Karyono beserta jajaran, masa bergerak dari Taman Bunga depan Pemkab,  jalan Jamaludin dan menuju Mapolres Sampang.

Selain berorasi mereka membawa bendera, selebaran, spanduk bertuliskan “Stop Kekerasan Kepada Guru dan “Save Guru” serta pamflet bertuliskan “Hukum sang Pembunuh se berat beratnya”, dan “Aparat Jangan Lindungi Pembunuh,”

Sebelum menyerahkan rekomendasi, di depan Mapolres pendemo menggelar sholat Ghaib dan Tahlil untuk mendoakan almarhum Ahmad Budi Cahyanto, Guru GTT SMAN I Torjun yang meninggal dunia usai di pukul MH,muridnya sendiri

Usai menggelar sholat ghaib dan tahlil perwakilan mereka dari unsur OKP, Guru dan Tokoh masyarakat masuk menemui Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman SH SIK untuk menyampaikan rekomendasi.

Menurut Korlap aksi M Salim, Gerakan Solidaritas merekomendasikan kepada Polres dan Kejaksaan, untuk menerapkan pasal yang tepat untuk perkara agar menjadi perhatian bagi pelaku tindak pidana, apalagi masih ada upaya diversi pada semua tingkatan pemeriksaan dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia.

Selain itu, mendorong Kajari agar memberikan petunjuk kepada penyidik untuk menambah pasal alternatif 338 sebelum P-21,  dengan pertimbangan kesengajaan dengan kemungkinan/Dolus Culpa, Menolak Intervensi dari pihak manapun.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum menerapkan Restoratif Justice, sehingga terwujud rasa keadilan bagi korban dan efek jera bagi pelakuknya.

“Publik berharap hukum tetap berjalan on the track dan tidak ada intervensi apapun,”ujar Salim

Usai bertemu Kapolres Sampang dan menyerahkan rekomendasi, para pendemo melanjutkan aksinya menuju Kejaksaan Negeri Sampang, di jalan Jaksa Agung Suprapto.

Tampak juga sejumlah siswa dan masyarakat yang simpati terhadap almarhum Ahmad Budi Cahyanto ikut berbaur dengan para pendemo.

Berdasarkan alat peraga yang dibawa, para pendemo berasal dari unsur HMI,GMNI, KAHMI, PMII, sedangkan dari unsur PGRI yang paling terlihat dari PGRI Kota Pamekasan dan PGRI Plengaan Pamekasan.

(Aj/Jok)