BANGKALAN, Petajatim.id. Karena terkendala e-KTP, ribuan petani di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, gagal mendapatkan kartu tani, sesuai program Presiden Joko Widodo, yang bertujuan untuk mensejahterakan petani.

Tidak berjalannya realisasi program tersebut dikeluhkan para petani.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Moh. Ismail mengatakan, untuk program tersebut,  pihaknya telah mengajukan 38 ribu petani ke Bank BNI, untuk mendapatkan kartu tani . Namun setelah diverivikasi, ternyata hanya 8.500 petani yang lolos.

Tidak lolosnya verivikasi tersebut, kata Ismail disebabkan banyak nama dan NIK tidak sinkron.

“ Banyaknya nama dan NIK yang tidak sama ini karena masih banyak petani yang belum melakukan perekaman data e-KTP. Meskipun sudah membuat dan melakukan perekaman data, namun data yang masuk di Dispenduk tidak langsung terhubung dengan server Kementerian Dalam Negeri . Padahal, data untuk memperoleh kartu tani ini memakai data dari pusat,” tuturnya, Jumat, 29/11/2017.

Ditambahkan Ismail, saat ini di Kabupaten Bangkalan, yang telah menerima kartu tani sebanyak 4 ribu orang petani, namun kartu tersebut belum bisa dimanfaatkan karena belum aktif. Untuk penebusan pupuk bersubsidi pada musim tanam tahun ini, masih dilakukan dengan cara manual.

Meski demikian, Ismail menjamin kartu tani yang belum aktif, para petani tidak perlu khawatir, karena stok pupuk untuk musim tanam tahun ini aman hingga akhir tahun.

( Yan/Red )