MALANG, Petajatim.id. Tragis, begitulah nasib ketiga anak perempuan yang masih berusia di bawah umur disekap ibu kandungnya sendiri. Mereka adalah KN (13), ZS (11) dan DNZ (6). Selain disekap, ketiganya juga tidak diberi makan selayaknya, hingga mengakibatkan tubuhnya kurus kering karena kekurangan gizi.

Mereka disekap dalam kamar yang pengap, tanpa ventilasi, dan tidak diperkenankan keluar rumah oleh ibu kandungnya yang berinisial AL.

Diduga, AL warga dusun Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, menderita gangguan kejiwaan. Namun hal tersebut belum bisa dipastikan, karena pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terkait kasus tersebut.

Kemarin, Selasa, 2 Januari 2017, sekitar pukul 11.30 Wib, aparat kepolisian, aparat desa, dinas sosial  dibantu masyarakat setempat melakukan pembebasan terhadap ketiga anak yang mengalami nasib malang tersebut.

Proses pembebasan ketiga anak tersebut, berlangsung sangat dramatis, lantaran saat pembebasan, AL sempat mengamuk dan menggigit salah seorang petugas Babinsa. Tak hanya itu, AL juga sempat mengambil kayu dan hendak dipukulkan ke arah petugas.

Namun, berkat kesigapan petugas AL berhasil diborgol, dan petugas menyuntikkan obat bius, agar AL tenang dan tidak mengamuk.

“ Kami masih menunggu hasil observasi dari rumah sakit atas kejiwaan ibu yang menyekap anaknya,” terang Kapolsek Bululawang,  Kompol Supari, Selasa, 2 Januari 2017.

Berikutnya, ketiga anak yang disekap akan dievakuasi ke tempat yang lebih nyaman, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Selain menderita gizi buruk, mereka juga tidak bisa bejalan karens disekap terlalu lama.

Ketiga anak tersebut juga menderita trauma psikologis yang teramat dalam, sehingga mudah bercuriga terhadap orang lain. Bahkan, saat dibopong petugas, mereka sempat berteriak teriak, dan melempar petugas dengan botol.

( Sam/Red )