JOMBANG, PETAJATIM.ID, Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Jombang yang akan berlaga di Pilkada 2018, telah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum setempat, dengan jumlah yang bervariasi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Jombang, pasangan nomor urut 1, Munjidah Wahab – Sumrambah, menyetorkan LADK dengan saldo sebesar Rp 1 juta. Sementara pasangan nomor urut 2, Nyono Suharli Wihandoko – Subaidi Muhtar memiliki saldo LADK sebesar Rp 1 juta. Sedangkan pasangan nomor urut 3, M. Syafiin – Choirul Anam, memiliki saldo sesuai dengan catatan yang masuk dalam rekening sebesar Rp 3 juta rupiah namun dana sebesar Rp 2 juta dalam bentuk  kalender.

Sehingga dari ketiga pasangan calon tersebut, jumlah saldo LADK semua sama, yaitu sebesar Rp 1 juta.

“ LADK sudah kita terima dari kemarin, setelah itu kita umumkan. Setiap paslon wajib menyetorkan LADK ke KPU,” kata Divisi Hukum KPU Jombang, Athoilah, Jumat (16/2/2018 ).

Dikatakan Atho, pada pertengahan kampanye, masing-masing pasangan calon akan menyetorkan kembali laporan dana tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui sirkulasi anggaran, darimana berasal dan dipergunakan untuk apa saja.

“ Paslon wajib melaporkan rekening tersebut pada akhir kampanye. Hal itu untuk mengetahui berapa jumlah pengeluaran masing-masing paslon. Karena pengeluaran untuk belanja kampanye maksimal Rp 15 miliar setiap paslon,” ungkapnya.

Pada Pilkada Jombang yang bakal digelar 27 Juni 2018. Tiga pasangan calon (paslon) yang akan bertarung adalah Mundjidah Wahab-Sumrambah, yang diusung PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), serta Partai Gerindra (2 kursi). Pasangan dengan nomor urut 1 ini juga didukung Partai Perindo.

( Sam/Jok )