Ilustrasi ( ft. Suara Surabaya )

 

BOJONEGORO, Tinggi permukaan air sungai Bengawan Solo yang berada di wilayah Dungus, Kabupaten Ngawi, terus mengalami kenaikan sejak tadi malam Senin (12/03/2018), hingga berada di level siaga merah.

Untuk mengantisipasi dampak meluapnya sungai Bengawan Solo, warga yang berada di wilayah hilir diminta untuk waspada, dan bersiap-siap untuk melakukan upaya penyelamatan.

ilustrasi (Bangsaonline.com)

Menurut penuturan Andik Sudjarwo Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan perjalanan air dari wilayah hulu (Dungus) hingga ke hilir (Bojonegoro) sekitar 39 jam.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, hingga saat ini tinggi muka air di wilayah hulu masih mengalami kenaikan.

“ Rambatan air dari Dungus sampai Bojonegoro 39 jam,” kata Andik Sudjarwo,

Dikatakan Andik, luapan banjir Bengawan Solo yang terjadi di wilayahnya, mengalami kenaikan seiring kiriman air dari wilayah hulu seperti Madiun, Ngawi dan Ponorogo.

Sebagai langkah siaga, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Bengawan Solo dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti update perkembangan ketinggian air setiap jam.

“ Jika ada wilayah yang tergenang, segera lapor camat untuk segera ditindak lanjuti,” himbaunya.

( Sam/Jok )