Jember, petajatim.id. Kekerasan terhadap Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia, kembali terulang. Kenyataan ini mengindikasikan, bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja yang merantau ke luar negeri kurang optimal.

Siti Romlah (35) misalnya. TKI asal Jember ini harus mengalami nasib tragis. Sudah 5 tahun Siti bekerja di Malaysia, dan selama itu pula ia los kontak. Namun, ketika pulang ke desanya, wajahnya lebam lebam dan penuh luka bekas penganiayaan.

Menurut keterangan salah satu keluarga yang dikonfirmasi petajatim.id, per telepon, Selasa, 07/11/2017 mengatakan, kondisi Siti Romlah saat ini sangat mengenaskan.

Selain terdapat lebam bekas penganiayaan di pelipis, kaki dan lengan, Siti juga mengalami trauma berat, sering teriak – teriak seperti orang ketakutan.

“ Pak Camat, dan aparatur desa sudah datang menjenguk. Kemungkinan akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” tutur salah seorang kerabat Siti, yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut penuturan keluarga, Siti berangkat ke Malaysia pada 2012 lalu, melalui PT. Penyalur TKI yang berada di Gumukmas. Namun selama di Malaysia, keluarga tidak bisa berkomunikasi dengan Siti.

Hingga tiba – tiba, pihak keluarga ditelpon oleh seseorang yang mengaku petugas dari travel, untuk menjemput Siti Romlah di daerah Gumukmas.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi Siti masih mengalami trauma dan stress berat.

( Rud/Jok )