SAMPANG, PETAJATIM.ID, Ungkapan duka mendalam dan dukungan moral untuk keluarga korban almarhum Achmad Budi Cahyanto, guru seni rupa SMA Negeri I Torjun, yang tewas dianiaya muridnya sendiri terus berdatangan dari berbagai kalangan.

Kemarin, Senin 5 Februari 2018, sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan ulama dan kyai se Madura melakukan takziah dan silaturahmi ke keluarga almarhum Budi, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang.

Hadir dalam silaturahmi dan takziah tersebut KH. Ali Karrar Shinhaji ( Pamekasan ), KH. Fudholi Ruham ( Pamekasan ), KH. Yahya Hamiduddin ( Sampang ), KH. Syaiful Jabbar ( Sampang ), KH. Nurul Tajjala ( Sampang ), KH. Abd Malik ( Sampang ), KH. Nuruddin Abd Rahman ( Bangkalan ), dan anggota FPI.

Orang tua almarhum Achmad Budi Cahyanto, M. Satuman Asyari, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan moral para ulama dan kyai se Madura, dan sekaligus mohon doa para ulama untuk almarhum agar dilapangkan kuburnya.

Kepada ulama yang hadir, disampaikannya pula bahwa almarhum merupakan alumni HMI, dan teman-teman dari HMI serta Kahmi di Jakarta dan seluruh Indonesia sudah melakukan komunikasi dan akan membantu mengawal kasus ini, utamanya dalam bidang hukum.

Sementara itu,  KH. Ali Karrar Shinhaji ( Pamekasan ) menyampaikan bahwa tujuan ulama ke sini merupakan silaturahmi dan ucapan bela sungkawa kepada keluarga atas meninggalnya almarhum Achamad Budi Cahyanto.

“ Kami menyampaikan agar keluaga ikhlas dan tegar atas kepergian alm Ahmad Budi Cahyanto,    para ulama berkeyakinan bahwa  Alm Ahmad Budi Cahyanto, meninggal dalam keadaan syahid,” kata KH. Ali Karrar Shinhaji.

Dikatakannya pula, bahwa ulama berkomitment untuk terus mengawal kasus hukum ini dengan dakwaan KUHP Pasal 351  pelaku di hukum 7 tahun penjara karena sangkaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal, sehingga ke depan tidak terjadi lagi peristiwa serupa baik di sekolah, maupun lingkungan pesantren.

( Samsuri  )