MOROWALI UTARA – Petajatim.id, Peristiwa memalukan, Wakil Bupati mengamuk saat pelantikan sejumlah pejabat,  kembali terjadi di Morowali Utara, Jumat, 9 Februari 2018.

Pelantikan yang pada awalnya berlangsung damai dan kondusif tersebut tiba-tiba gaduh karena Wakil Bupati merasa keberatan dengan dilantiknya camat  Kecamatan Petasia.

Pemicu kegaduhan yang dilakukan oleh  Moh. Ansar Wakil Bupati dari Kabupaten Morowali Utara itu sendiri diduga karena ketidak puasan terhadap keputusan pelantikan sejumlah pejabat oleh Bupati,  yang mungkin dianggapnya tidak  sesuai dengan keinginannya.

 

Sejumlah sumber yang berhasil dihimpun Petajatim.id mengatakan, insiden memalukan yang terjadi di ruang pelantikan pejabat SKPD Morowali Utara itu sendiri bermula saat MC sedang membacakan lampiran SK Defridas Sabola, yang sebelumnya menduduki jabatan Sekretaris Pol PP akan dilantik menjadi Camat di Kecamatan Petasia.

Saat mendengar nama tersebut, wakil bupati yang tengah duduk berdampingan dengan Bupati Morowali, Atripel Tumimomor tiba-tiba saja berdiri  dan langsung menendang meja yang ada di depannya seraya berusaha merampas kertas MC dan berteriak-teriak meminta, agar nama yang disebutkan oleh MC tadi jangan dilantik atau dibatalkan pelantikannya.

“ Saya minta nama itu jangan dilantik. Hentikan pelantikan ini,” teriaknya dengan nada tinggi.

Amukan wakil bupati itu sontak saja membuat seluruh peserta kaget dan nyaris membuat keadaan menjadi ricuh. Beruntung ada petugas yang disiagakan di dalamnya, dan wakil bupati yang sudah tersulut oleh kemarahan itu langsung digiring ke luar ruangan.

Pelantikan itu sendiri kemudian dilangsungkan kembali dengan tetap melantik pejabat yang bersangkutan tadi.

Sementara, salah satu warga Morowali Utara kepada media ini sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurut dia, perbuatan yang dilakukan oleh wakil bupati itu sudah diluar batas dan sepatutnya ditindak tegas.

“Saya sebagai warga Morowali Utara ikut merasa malu dengan insiden tersebut. Harapan saya, yang bersangkutan sebaiknya di tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” harapnya.

 

( Laporan Dedy, Morowali Utara )