SAMPANG,  PETAJATIM.ID,  Ratusan masyarakat pesisir utara yang meliputi dari Desa Dharma Camplong, Taddan, Banjar Talela, Tambaan, Tanjung, dan Sejati,  menggelara demo di depan kantor DPRD dan Pemkab Sampang, Kamis, 15/02/2018

Kedatangan masyarakat pesisir ini menuntut Pemkab Sampang untuk menampung aspirasi masyarakat terkait dampak aktivitas pengeboran Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di lepas pantai Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Perlu di ketahui HCML mengeksploitasi migas dengan produksi puncak lapangan BD sebesar 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7.000 barel kondensat per hari.

Selain itu, eksploitasi migas tersebut untuk penyaluran gas ke PT PGN (Persero), Gas tersebut oleh PGN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan industri di Jawa Timur. Saat ini penyerapan gas berkisar 30-40 MMSCFD dan kondensat sebesar 3.000 barel per hari.

Koordinator lapangan Moh.  Zainal Abidin mengatakan, kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi ke Pemerintah Daerah dan DPRD terkait dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas ekploitasi HCML ke masyarakat pesisir timur.

” Kami menuntut Kepada Pemkab dan DPRD untuk mengkaji lagi AMDAL karena UPL dan UMKM di daerah pesisir khususnya di daerah camplong  tidak dirangkul maupun dilibatkan yang secara langsung yang juga mendapatkan dampak dari kegiatan HMCL,” kata Zainal

Menurut Zainal, sesuai amanah Undang Undang No. 22/ Th 2001, tentang pengelolaan migas wilayah terdampak wajib hukumnya bagi perusahaan untuk melakukan pemberdayaan dan melakukan ganti rugi bagi masyarakat nelayan yang terkena dampang langsung dari aktivitas HMCL.

( Aj/red )